Matematika adalah fondasi dari berbagai ilmu pengetahuan, dan salah satu cabangnya yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari adalah konsep baris dan deret. Mulai dari menghitung bunga di bank, memprediksi pertumbuhan populasi, hingga memahami pola angka dalam data, baris dan deret menjadi alat yang sangat berguna untuk memodelkan situasi dunia nyata.
klik tulisan ini untuk pemahaman selengkapnya
Baris aritmetika adalah barisan bilangan yang mempunyai selisih dua suku yang berurutan selalu tetap.
1, 2, 3, 4, 5, 6, … beda 1 tiap suku
3, 7, 11, 15, 19, … beda 4 tiap suku
90, 87, 85, 82, 79, … beda -3 tiap suku
Rumus-rumus baris aritmatika :
Rumus beda
Rumus suku ke-n
Rumus suku tengah
Deret atau jumlah n suku pertama
2) Banyak suku baru menjadi
3) Beda baris baru menjadi
Persamaan yang dapat diturunkan:
Barisan Geometri adalah barisan bilangan yang mempunyai perbandingan/rasio dua suku yang berurutan dan selalu tetap.
2, 4, 6, 8, 10, … rasio 2
60, 30, 15, 7.5, …rasio ½
dimana a ≠ 0
Rumus-rumus baris Geometri:
Rumus rasio
Rumus suku ke-n
Rumus suku tengah
Deret atau jumlah n suku pertama
2)Banyak suku baru menjadi
3)Rasio baru menjadi
k genap
k ganjil atau
Baris Geometri Tak Hingga
Baris geometri tak hingga adalah baris geometri yang sukunya dapat mencapai mendekati tak hingga.
Baris geometri tak hingga (BGTH) dibagi menjadi:
-> Baris geometri tak hingga divergen
-> Nilai sukunya membesar, tidak memiliki limit jumlah, rasio r < -1 atau r > 1 (bukan pecahan).
-> Baris geometri tak hingga konvergen
-> Nilai sukunya mengecil, memiliki limit jumlah, rasio -1 < r < 1 dan r ≠ 0 (pecahan).
-> Baris geometri tak hingga yang dapat dihitung adalah BGTH konvergen, karena memiliki suku yang nilainya mendekati nol.
Limit jumlah [S∞] baris geometri tak hingga konvergen dapat dihitung:
Limit jumlah